Pengurus KWT Sungai Bawang Resmi Dilantik, Edi Damansyah Dorong Gerakan Kukar Menanam

Kutai Kartanegara – Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Maslianawati resmi melantik pengurus KWT Desa Sungai Bawang Masa Bhakti 2020-2025 di Lamin Adat Dayak Sungai Bawang, Kecamatan Muara Badak, Rabu (8/7/2020).

Dalam pelantikan itu, turut disaksikan Bupati Kukar Edi Damansyah yang juga menyambut baik atas dilantiknya pengurus KWT Sungai Bawang, Muara Badak.

“Saya melihat masyarakat di Sungai Bawang ini sudah melaksanakan aktivitas bercocok tanam, tidak hanya di lahan pertanian tetapi juga dilakukan dipekarangan rumah. Tentunya dengan keberadaan pengurus KWT Sungai Bawang ini dapat menambah semangat bagi masyarakat lainnya dalam giat menanam,” katanya.

Edi Damansyah juga memberikan semangat kepada para pengurus KWT yang sudah dilantik agar terus bekerja dan memberikan pendampingan ke masyarakat, sehingga program yang dijalankan dapat dirasakan manfaatnya, terutama dalam menggaungkan gerakan Kukar menanam.

“Saya sudah mencanangkan gerakan Kukar menanam, silahkan dikembangkan di Muara Badak, seperti gerakan menanam di halaman pekarangan, baik itu komoditi pendamping beras dan lainnya yang tidak hanya memberi manfaat bagi keuarga, namun sebaliknya bisa menjadi pundi ekonomi keluarga,” semangatnya.

Sementara itu Ketua KWT Kukar Maslianawati yang juga istri tercinta Bupati Kukar mengatakan, saat ini masih dihadapkan pada persoalan mendasar seperti penanganan gizi buruk, kematian ibu dan bayi serta stunting.

“Ini artinya, melalui pengembangan Kawasan Pangan Rumah Lestari dan KWT di masing-masing desa khususnya di Sungai Bawang dapat membantu pemerintah dalam mengatasi ketiga masalah tersebut dengan terus menjaga pola hidup sehat,” katanya.

Ditambahkan Maslianawati menyemangati para pengurus KWT Sungai Bawang untuk terus menumbuhkan ide, kreasi dan inovasi dalam meningkatkan ekonomi keluarga.

“Ya, salah satunya dengan menggerakkan dasa wisma sebagai bagian terpenting dalam menyikapi persoalan sosial kemasyarakatan sehingga dapat memberikan kontribusi ke pemerintah dalam pengentasan gizi buruk, stunting hingga kematian ibu dan bayi,” jelasnya.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan sosialisasi Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui pendampingan pendidikan keluarga dengan gerakan keluarga peduli pencegahan dan atasi stunting dengan pemateri dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.