Kemendikbud RI Apresiasi Bimtek Pembuatan Soal Ujian Bagi Tutor Kesetaraan se-Kaltim

Samarinda – Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (MPK) Ditjen PAUD, Dikdas dan Dikmen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI melalui Koordinator Fungsi Pendidikan Kesetaraan Dr. Subi Sudarto mengapresiasi atas terlaksananya Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyelenggaraan Ujian Satuan Pendidikan Kesetaraan bekerjasama dengan Forum Nasional Sanggar Kegiatan Belajar (FORNAS SKB) Kalimantan Timur.

“Saya mengapresiasi atas terlaksananya Bimtek penyusunan soal ujian pada satuan Pendidikan kesetaraan yang ada di Kalimantan Timur, semoga ini menjadi motivasi dan inovasi besar dalam peningkatan kualitas Pendidikan khususnya bagi warga belajar kesetaraan paket A,B dan C,” kata Dr Subi Sudarto usai menutup Bimtek, melalui Virtual, di Hotel Grand Kartika, Samarinda, Jumat (27/11/2020).

Menurut Subi, saat ini sudah memasuki abad 21 yang semuanya sudah menggunakan teknologi dan berbasis internet Revolusi Industri 4.0 yang tentunya juga menuntu para tutor keaksaraan untuk mengembangkan diri di era Digital.

“Ya revolusi Industri 4,0 ini menuntut kita untuk dapat menguasai era-nya digital, seperti Cloud, Internet, Big data, Artificial Intelligence dan Mobile, semuanya harus dikuasai, sehingga tidak ketinggalan dan pendidikan kesetaraan juga harus meng-update secara digital dengan melakukan inovasi-inovasi teknologi informasi dan komunikasi,” katanya.

Adapun peran TIK di satuan pendidikan baik PKBM, SKB dalam mewujudkan pendidikan bermutu dan terjangkau mencakup 3 (tiga) komponen besar yakni memerlukan alat bantu pembelajaran (E-Learning), Sumber Ilmu Pengetahuan OER (Online Education Resources) dan Pendukung Manajemen (E-administrasi).

“Jadi harus disiapkan E-Learning dengan setara daring, e-Modul yang diakui sama dengan inovasi pendidikan kekinian dengan system pembelajaran jarak jauh atau online sehingga menciptakan transparansi penyelenggaraan pendidikan dan semua bisa terdata dengan jelas,” ujarnya.

Kemudian lanjut dia, layanan pendidikan kesetaraan yakni kurikulum 2013, seTARA daring, E-Modul, Tes Penempatan, aplikasi ijazah hingga E-Rapor yang terintegrasi dengan satu data Pendidikan Indoensia (Dapodik).

“Jadi kurikulum 2013 bagi kesetaraan ini nantinya bertujuan dalam mempersiapkan manusia yang memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi yang beriman, produktif, kreatif, inovatif dan afektif serta mempu berkontribusi pada kehidupan masyarakat, berbangsa, bernegara dan peradaban dunia. Artinya siswa perlu mendapatkan pengalaman belajar yang bervariasi mulai yang sederhana sampai pengalaman belajar yang bersifat kompleks,” katanya.

“Saya berharap output dari bimtek ini, paket A sebanyak 7 (tujuh) mata pelajaran (5 kelompok umum dan 2 kelompok khusus) masing-masing 2 (dua) paket soal, paket B sebanyak 8 (delapan) Mata Pelajaran (6 kelompok umum dan 2 kelompk khusus) masing-masing 2 paket soal dan paket C sebanyak 13 (tiga belas) mata pelajaran (5 kelompok umum, 3 kelompok peminatan IPA, 3 kelompok peminatan IPS dan 2 kelompk khusus masing-masing 2 (dua) paket soal,” jelasnya.

Diketahu bimtek yang berlangsung selama 3 (tiga) hari tersebut diikuti oleh 56 peserta Tutor SKB dan PKBM yakni Samarinda 22 orang, Kukar 14 orang, Balikpapan 8 orang, Bontang 6 orang, Sangatta 3 orang, Kutai Barat 1 orang, Pasir 1 orang dan Penajem Paser Utara 1 orang. Bimtek sendiri dibuka oleh Kepala BP-PAUD dan Dikmas Kaltim Akhmad Romansyah dan menghadirkan Dra Ika Mustika MA selaku narasumber dari Pusmenjer.

(wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.