Resmi Dilantik, Bupati Kukar Dorong Gerakan Pemuda Muhammadiyah Ciptakan Ekonomi Indonesia Berdaulat

Muara Badak – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah melalui Wakil-nya H Chairil Anwar mendorong Pemuda Muhammadiyah bergerak searah dengan prinsip berkemajuan yang memiliki dimensi, semangat, alam berpikir, prilaku yang berorientasi pada kemajuan daerah khususnya masa depan bangsa.

“Saya mendorong para pemuda Muhammadiyah dengan prinsip berkemajuan, khususnya dalam bidang ekonomi mampu merealisasikan terciptanya demokrasi ekonomi, menuju perekonomian Indonesia yang berdaulat, khususnya di Kutai Kartanegara,” kata Chairil Anwar membacakan sambutan tertulis Bupati Kukar saat Pelantikan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kukar Periode 2020-2022, di Pantai Panrita Lopi, Kecamatan Muara Badak, Sabtu (26/12/2020).

Menurutnya, akhir-akhir ini, masyarakat dihadapkan dalam kancah pertentangan antar kelompok yang menampilkan adanya sejumlah perbedaan di tengah-tengah masyarakat, seperti berbeda dalam paham keagamaan, ideologi kebangsaan, dukungan terhadap pemerintah, serta pilihan segelintir orang yang berupaya merongrong kewibawaan pemerintah dalam mengelola negara. Semua itu menunjukkan adanya diferensiasi sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Di sisi lain, masalah eksklusi sosial di masa-masa sulit pandemi Covid-19 ini kian nyata kehadirannya. Indikator-indikatornya antara lain masyarakat kehilangan pekerjaan atau mata pencariannya, hingga berkurangnya pendapatan harian keluarga produktif akibat lemahnya daya beli.

“Sebagai bagian yang integral kehidupan bangsa Indonesia,  tentu prihatin dan berharap agar keadaan ini cepat berlalu, dan menjadi lebih stabil,” ujarnya.

“Ya perlu juga dilakukan langkah-langkah guna menjamin kehidupan masyarakat kembali normal dan stabil, dengan mengonversi pikiran positif menjadi tindakan yang progresif agar krisis pandemi Covid-19 segera berlalu, sehingga perekonomian kembali sehat. Disinilah peran pemuda Muhammadiyah sebagai kader bangsa Indonesia dituntut berkontribusi dan aktif di dalamnya,” katanya.

Ditambahkan dia, sikap beragama yang eksklusif, tidak akan memberikan dampak positif dalam kehidupan berbangsa, apalagi jika menempatkan diri berhadap-hadapan (vis-a-vis) dengan pihak lain yang tidak sepemikiran. Menyikapi situasi tersebut, maka kader Pemuda Muhammadiyah perlu mengambil posisi di tengah, tidak condong ke kiri ataupun kanan. Menampilkan ke-Islam-an yang moderat, dan mengembangkan nilai-nilai Islam Washatiyah di tengah masyarakat.

“Pemuda Muhammadiyah juga patut terampil di bidang sosial politik dan mengambil teladan dari figur warga Muhammadiyah (Mr. Kasman Singodimedjo-red), yang telah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh pemerintah sebagai satu dari sekian banyak kader yang sangat teguh dalam prinsip keislaman, namun tidak terkungkung dalam satu dimensi keagamaan, termasuk berperan dalam mendorong kembali bangkitnya UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) ,” demikian jelasnya.

(wan/wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.